Tilik dek anin dan ustazah anik


Hari rabu kemarin, kami menyempatkan untuk main ke rumah salah satu ustazahnya kak Elen waktu di PAUD Nasiah. Us Anik. Ternyata rumah us anik dekat dengan tempat wisata curug sewu dimana kakak biasa renang.

C360_2015-09-18-08-15-15-999

Kami berangkat dari rumah jam 4 sore, lalu muter muter sukorejo cari kado yang bagus buat us dan dek anin. Karena menurut informasi dari us ana bahwa anak us anik adalah cewek, jadi kami belikan baju saja.

20151104_170037

Nah, ini dia hasil huntingnya. Lumayan lucu dengan gambar swan in love, plus pita di bagian belakang bajunya. Ihh psti kalau dipakai bakalan menggemaskan sekali.

Beli baju yang lucu buat anak cewek itu rasanya menyenangkan. Jadi ngebayangin kalau Allah kasih anak cewek lagi #ehehehe sambil do’a.

Habis bungkus kado, lalu lanjut jalan lagi. Sebenernya rumahnya ndak jauh, tapi karena nyasar ria jadi mutar muter di gang gang walhasil sampai sana sudah setengah 6.

Rumah us sederhana, warna hijau. Setelah salam ke 2 us anik keluar. Ya ampunnn kangen sekali ya, sudah sejak kakak lulus dari PAUD ini kali pertama kami berjumpa lagi. Us anik tambah cantik saja, badannyapun tambah ramping untuk ukuran orang yang habis melahirkan.

Tak lama us anik ngambil dedek bayinya. Namanya dek Anindita Ramadhani, nama yang cantik ya. Berkah lahir di bulan ramadhan. Sebenernya untuk ukuraan orang tilik bayi sudah kelewat ya, masa anaknya sudah usia 4 bulan baru tilik, plak bgt deh, habis ndak ada yang ngasih tau.

Dek anin imut banget, badannya gembil, pipi bakpao, persis kayak kakak elen waktu bayi. Udah gitu mau aja  tak gendong lama, walhasil si kakak bilang “umik, adeknya us anik kita bawa pulang saja yuk”. ehehehe

Dirumah us anik, si kakak ndak lupa berulah. Kado yang tadi dibelikan, dikasih plus dibuka sekalian. Aiihh mana ada begitu ya. Dimana-mana kalau kado itu ya tuan rumahnya yang buka.

Setelah ngobrol ngalor ngidul ngabisin 2 gelas teh hangat dan melewati azan maghrib, kami pamit pulang karena memang sudah malam. Plus si kakak juga sudah lepas kangennya sama ustazah yang mengasuhnya semenjak 9 bulan sampai dia umur 3 tahun itu.

We love you us anik, sehat selalu, berkah hidupnya dan semoga dek anin jadi anak yang solihah.

Advertisements

Sheep-nya dikasih bulu yuk


IMG_20150903_110643Happy wednesday ya kita. Habis makan pagi dan mandi cantik hari ini umik mau ngajakin kakak membuat domba dari kapas.

Pertama umik bikin gambar dulu tuh, habis itu mulai tell story behind that draw. Yes, in the morning the sheep feeling hungry, then this sheep go to field and eating green grass. On the sky sun sine with yellow bright and warm. Sedikit saja pengantar buat dia engeh waktu tahap mewarnai. Green grass menunjukkan instruksi bawah sadar dia kalau grass secara umum itu berwarna hijau #soalnya si kakak suka ngaco n mewarnai suka-suka saja, buat dia rumput warna pink itu sah aja.

Sampai tahap menempel, umik mbantu nyobekin kapas jadi kecil. Si dia girang bgt mainan lem. Sampai akhirnya ndak lama kemudian taraaaa jadi deh beautiful sheep with white woll. Cantik kan …

Tanpa sadar ya mak, dianya senang dan motorik kasar dan halusnya bisa diasah semua. Sambil nunjukin juga kalau kambing itu sebenernya lucu dan ndak jahat seperti yang diceritakan mbh ayinya, “kalau ndak mau makan nanti diseruduk kambing lho”.

Nah ini baru satu pelajaran aja, modal satu lembar kertas kita bisa nyisipin hidden kurikulum yang menyisipkan nilai moral lewat alam bawah sadarnya.

Hayo, jadi ngaku kan? kalau jadi emak itu fun, mendidik itu menyenangkan dan bisa kita lakukan sendiri sebelum menendang anak ke lembaga berseragam.

Mengajari kakak mengaji


Semenjak simbok resign dari dunia kerja dan memajukan diri untuk menjadi full hot mom#plakdesigh hahaha, saya jadi tau tugas simbok sebagai real teacher for my lovely daughter itu seperti apa. Target pun mulai saya rancang, sebiasa mungkin santai buat anak tapi pasti untuk masa depannya. Salah satunya adalah mengajak si kakak untuk bisa membaca Al-Qur’an. Dimulai dari mengeja a ba ta tsa tentunya. Daaan tralala ternyata menemukan cara mengajari anak dengan cara yang fun it’s not easy lho. Soalnya sepertinya ini anak nurunin emaknya, “pokoknya kalau sudah denger kata belajar mesti sudah BE-TE duluan” hahaha.

IMG_20150612_181704

Tapi simbok sadar kalau anaknya cerdas, dan tau kalau dia pasti cepat bisa asal mau belajar #ciyeh, yang ini nurunin emaknya juga ya 🙂

So modal di iming-imingi hadiah dia mau belajar setiap hari.

20151101_113927

Hadiahnya sederhana saja kok, agar atu bijik juga sudah cukup. Itupun boleh dimakan waktu snack time .. hahaha … Tetep saja ada akal simbok biar ngirit jajan.

Waktu latihannya sudah intens, dia suka lupa sama hadiahnya, jadi semakin kesini ngajarin semakin enjoy. Pernah juga sekali waktu dia bosan dengan hadiah makanan, lalu simbok bilang kalau rajin belajar dia bisa jadi doraemon#sesat kelewat jauh sebenernya. Tapi cara ini jitu, dia mau belajar lagi. Tinggal efeknya simbok harus minta maaf karena udah bohong.

Alhamdulillah setelah lewat masa awal yang berat dan harus ekstra sabar subur dan sobir akhirnya si kakak di usianya yang 3,5 tahun sudah iqro 3. Sebenernya agak bangga setengah ndak percaya, mengingat dulu simbok bisa mengaji waktu kelas 3 SD. Mengingat lagi simbok mengajari dengan kemampuan simbok yang super duper cetek.

 

Mengisi waktu luang dengan membaca


Hal yang paling ndak mudah adalah jadi simbok rumah tangga yang kece. Yang tetap tampil bening, mengalahkan image simbok rumah tangga yang selalu nempel sama daster n dapur itu. Tapi buat saya ya jangan jadi simbok payah yang ndak isa masak juga sih. Nah kalau urusan masak, macak, dan anak sudah beres kan biasanya banyak tuh waktu luang. Kalau saya waktu luang itu racun banget, karena ujung-ujungnya simbok bakalan glundang-glundung bikin badan semakin gembrot.

Pengennya sih kalau anak lagi sekolah (si kakak masuk seminggu 3 kali tok, maklum masih PAUD, itupun hanya dari jam 8-jam 10), bikin karya yang cetar membahenol gitu, tapi ya makelum kreativitas hanya setinggi dengkul jadi ujung-ujungnya kreatif terbesar ya glundang-glundung itu tok #so sad

Tapi untuk memenuhi tuntutan bahwa jadi simbok itu harus cerdas, so mau ndak mau harus mau nengok yang namanya buku sekali dua kali waktu. Membaca dengan niat lurus tentunya. Soalnya alih-alih baca buku yang bermanfaat simbok satu ini malah milih buku novel karya Mr. S itu … haha. Rupanya penyakit novel itu diketahui juga oleh suami, jadi sekarang dia lebih aktif membelikan buku atau cari pinjaman sana sini.

Nah dibawah ini beberapa contoh bukunya. Dilihat dari judulnya, wuih akhirat banget dah. Padahal aselinya simbok pusing dan enek dulu sebelum baca, tapi ya demi menghargai suami yang sudah susah payah merelakan uang jajannya buat beli buku, akhirnya dibaca juga semua sampai habis. walaupun ujung-ujungnya kadar mudeng yang masuk otak hanya 5% sahaja …. kyahahaha

FB_IMG_1446566787165

Nah kalau yang ini adalah gaya simbok cantik lagi ekting baca buku. Sekali lagi cuma ekting ya …. haha. Soalnya kalau baca betulan, simbok ini mesti pakai koco benggolo biar rabun dekatnya ndak tambah akut … BTW ra popo lah, simbok tetep cantik kok … xixixixi

C360_2015-04-27-16-04-04-942

Alhamdulillahnya, bakat tengak tengok buku ini nular ke si kakak. Nemu sobekan kertas atau lihat buku abinya nganggur pasti di tengok sama dia. BTW karena belon bisa baca ya cuma dilihat gambarnya tok, sama dia sebutin deh tuh huruf-huruf yang sudah dia kenal. Makelum mak dia baru 3,5 tahun dan baru belajar huruf alphabet sampai A-K sampai berita ini diturunkan.

Dari tengak tengok buku ini, simbok juga jadi tau kalau si kakak punya bakat bercerita yang hebat. Dia mampu membuat daya visual yang lumayan untuk setiap gambar yang dilihatnya. Emang anak pinter deh ah nak .. cup cup muaahh

C360_2015-03-28-13-46-54-555

Tau princess-nya suka baca, simbok jadi giat nyisihin uang sisa beli bawang buat ngeborong buku-buku edukatif. Belum bejibun sih bahan bacaannya, tapi targetnya nanti ini rumah punya yang namanya libraryroom. Jangka panjangnya sih bisa membawa dunia ke dalam rumah. Weleh mimpinya makjleb bgt ya ….

IMG_20150616_153242

“For My Beloved Child”


299434_3777537918790_807858130_n

Kau adalah matahari kecil yang selalu ku tunggu terbitmu..

Di sela hiruk pikuk dan semakin tuanya usia dunia yang juga menyeretku..

Telah ku sematkan sebuah nama untukmu.. jauh waktu sebelum kau mampu menatap setajam itu..

Setelah dulu kau puas bermain di dalam rahim ibumu.. sekarang bermainlah denganku..

Akan ku tunjukkan betapa luas dan indahnya alam raya ini..

Betapa tinggi gunung-gunung yang menjulang, dan betapa dalamnya lautan lepas yang menggenang..

Akan ku tunjukkan juga betapa sia-sianya waktu jika hidup hanya kita lewatkan dengan begitu saja..

Kelak akan ku ajarkan kepadamu segala apa yang aku mampu..

Ikuti aku dan hiraukan saja aku..

Ikuti aku jika apa yang ku perlihatkan kepadamu adalah suatu kebaikan..

Hiraukan saja aku jika apa yang ku perlihatkan adalah suatu keburukan..

Banyak harapan yang belum sempat aku wujudkan,

Tapi aku takkan pernah memintamu untuk menjadikannya sebagai kenyataan..

Cukuplah aku dengan mimpi-mimpiku, dan kau dengan mimpi-mimpimu sendiri..

Kejar keinginanmu seperti sang cheetah yang sedang memburu mangsa..

Raih semua keinginanmu seperti burung phoenik yang mampu terbang menembus tebalnya awan..

Lukislah duniamu seperti yang ada di benakmu..

Mainkanlah nada-nada yang menurutmu akan terdengar merdu..

Aku akan selalu berada di belakangmu, sebagai seseorang yang akan senantiasa ada jika suatu waktu kau membutuhkan uluran tanganku..

Aku akan menjadi orang pertama yang bersedih jika kau meneteskan air mata,

Tapi aku rela menjadi orang terakhir jika saja kau bahagia.. 

Doaku untukmu selalu ada dalam setiap detik yang Tuhan karuniakan kepadaku..

Dan aku menyayangimu melebihi segala apa yang ada..

Bahkan melebihi ragaku yang mulai merenta dan nyawaku yang masih tersisa..

Dedicated to:

Haikal Alifya Ikki El-Hakim

“Sebilah Pisau Yang Tertinggal”


 

 Belatimu yang tajam dan mengkilat itu kini tumpul terikikis karat..                                      

Mungkin dulu kau lupa membersihkannya selepas kau gunakan untuk menyiksaku hingga sekarat..

Jika kau ingin mengambilnya, ambil saja..!!

Sengaja ku simpan jika suatu saat kau butuhkan..

Apa tak lagi kau rasakan rindu?

Saat kau teringat telah berulang-kali menikamku?

Jika kau memang tak menginginkannya, lebih baik ku buang saja..!!

Kan ku buang ke suatu tempat dimana tak seorangpun yang akan menemukannya..!!

 

Satu setengah purnama sejak peristiwa itu berlalu..                                                

Saat kau tikam ulu hatiku dengan tajamnya belatimu..

Serasa terlepas semua roh-ku bersama marah yang memuncrat dari luka di dadaku..

Masih tak puas dengan semua itu, kau bakar aku dalam panasnya kobaran dendam..

Ketika jasadku terkapar dan sisa nyawaku menggelepar..

Kau tuang sesal pada genangan darahku yang mulai menggumpal..  

Sebelum puas mencincang aku, ku mohon janganlah berhenti..

Biar ku tutup netra ini dan mencoba nikmati sakit yang kau beri..

 

Muhammad Abdul Hakim

“Salatiga, (tanpa hari tanpa tanggal) 2011”

“BIRUKAH LANGITMU”


 

Bolehkah ku tau kemana kau akan pergi?

Hanya sekedar bertanya tanpa maksud apa-apa..

Karena ku lihat kau mengemasi semua kisah juga harapanmu dan kau jejalkan hingga sesak ke dalam koper tua itu..

Sudah bosankah kau mendengar dongeng-dongeng yang ku ceritakan setiap malam menjelang tidurmu?

Atau kau memang sudah muak untuk berbagi tegukan anggur merah dalam cawan kecil itu bersamaku?

Bolehkah ku minta seutas senyum sebelum kau pergi?

Sekedar sebagai pengingat jika kau pernah berpijak menyinggahi bumiku ini..

Karena ku lihat kau membungkus semua mimpi juga kenangan dan memasukkannya ke dalam sebuah plastik hitam..

Apa benar kau ingin terbang pada ketinggian tak berbatas dan membangun istanamu sendiri tanpa aku?

Ataukah kau hanya ingin pergi sejenak dan kemudian datang kembali menyambangiku?

Bila memang kau hendak pergi.. aku takkan kuasa mencegah..

Tidak akan terdengar tangis walau aku memang mengaku kalah..

Dan bila kau telah sampai pada gerbang pintu langit, sampaikan saja salamku pada halilintar yang menjerit..

Menggapai warna biru di langit itu..!!

Apakah hanya sebatas itu keinginanmu???..

Muhammad Abdul Hakim

Salatiga, 09 Desember 2011