“For My Beloved Child”
Kau adalah matahari kecil yang selalu ku tunggu terbitmu..
Di sela hiruk pikuk dan semakin tuanya usia dunia yang juga menyeretku..
Telah ku sematkan sebuah nama untukmu.. jauh waktu sebelum kau mampu menatap setajam itu..
Setelah dulu kau puas bermain di dalam rahim ibumu.. sekarang bermainlah denganku..
Akan ku tunjukkan betapa luas dan indahnya alam raya ini..
Betapa tinggi gunung-gunung yang menjulang, dan betapa dalamnya lautan lepas yang menggenang..
Akan ku tunjukkan juga betapa sia-sianya waktu jika hidup hanya kita lewatkan dengan begitu saja..
Kelak akan ku ajarkan kepadamu segala apa yang aku mampu..
Ikuti aku dan hiraukan saja aku..
Ikuti aku jika apa yang ku perlihatkan kepadamu adalah suatu kebaikan..
Hiraukan saja aku jika apa yang ku perlihatkan adalah suatu keburukan..
Banyak harapan yang belum sempat aku wujudkan,
Tapi aku takkan pernah memintamu untuk menjadikannya sebagai kenyataan..
Cukuplah aku dengan mimpi-mimpiku, dan kau dengan mimpi-mimpimu sendiri..
Kejar keinginanmu seperti sang cheetah yang sedang memburu mangsa..
Raih semua keinginanmu seperti burung phoenik yang mampu terbang menembus tebalnya awan..
Lukislah duniamu seperti yang ada di benakmu..
Mainkanlah nada-nada yang menurutmu akan terdengar merdu..
Aku akan selalu berada di belakangmu, sebagai seseorang yang akan senantiasa ada jika suatu waktu kau membutuhkan uluran tanganku..
Aku akan menjadi orang pertama yang bersedih jika kau meneteskan air mata,
Tapi aku rela menjadi orang terakhir jika saja kau bahagia..
Doaku untukmu selalu ada dalam setiap detik yang Tuhan karuniakan kepadaku..
Dan aku menyayangimu melebihi segala apa yang ada..
Bahkan melebihi ragaku yang mulai merenta dan nyawaku yang masih tersisa..
Dedicated to:
“Haikal Alifya Ikki El-Hakim”