“JALAN UNTUK KEMBALI”

JINGGA DI UJUNG SENJA”                                                

 Ku tantang getir hidup dengan acungan kepalan tangan, seakan semua cerita dapat dengan mudah aku taklukkan..                                          

Dalam perjalanan sepi tanpa arah menuju tanah tak bertuan, lelah ini kian mengapit letih yang tak lagi mampu ku tahan..

Peluh dan darah bercampur.. mengalir deras!!

 Menghapus sketsa buram pada lembaran kanvas hingga tak ada sedikitpun warna yang meninggalkan bekas ..!!

Nanar tatapan mata-ku terbius waktu yang dengan kejam tak berhenti memangsa-ku..

Rapuh raga ini terlindas penat dan tergilas oleh laknat, di saat jingga telah terpikat pada buaian senja yang semakin mendekat..

Ingin ku sandarkan bayangan-ku pada nisan kayu randu yang berukir nama, tahun dan tanggal lahir-ku..

 Tapi sepertinya para Malaikat itu masih enggan melabuhkan kapal mereka untuk segera menjemput-ku..

Ku hentikan derap langkah kaki,

sembari menata serpihan mimpi yang terkecai di sudut-sudut hati..

 

Muhammad Abdul Hakim  

“Salatiga, 08 Desember 2011”

ADEGAN PERTAMA

Di sebuah ruangan pengap dan kotor (Harno) seorang lelaki tua berusia sekitar 70-an yang masih nampak bugar dan berpenampilan preman, duduk seorang diri dengan tatapan mata menerawang jauh di kursi putar sambil sesekali mengepulkan asap rokok yang hinggap di bibirnya yang hitam.. didepannya ada sebuah meja kecil dengan gelas sloki, sebotol minuman keras dan satu set kartu judi.

Harno: “Hidup.. aku tak pernah mengira apalagi berani untuk membayangkan jika hidupku  ternyata hanya akan menjadi seperti ini.. hampa dan begitu samar-samar.. sering ku dengar dari guru ngaji-ku dulu.. pak Mahmudi.. iya.. kalau tak salah namanya pak Mahmudi.. dia berkata..”Kelak kalian semua harus menjadi orang yang berguna, baik bagi agama, orang tua kalian dan Negara Indonesia tercinta.. kalian tidak boleh berbuat jahat, karena perbuatan jahat  adalah ajaran setan.. dan jika kalian berbuat jahat, itu berarti kalian telah mengikuti jejak langkah setan.. dan dunia ini terlalu sempit dan juga terlalu singkat jika kita ingin bersembunyi dari karma atas balasan perbuatan jahat kita.” (tertawa terbahak-bahak sambil menuangkan anggur hitam ke gelas slokinya) “sudah berapa puluh nyawa manusia yang ku renggut dengan tangan ini.. berapa ratus kejahatan yang bahkan aku sendiri tak mampu mengingatnya.. tapi sampai saat ini aku tetap baik-baik saja.. aku tetap berkuasa.. aku tetap leluasa melakukan apa saja yang aku mau, dan tak pernah ada seorangpun yang mampu menghentikanku.. terkadang aku bosan.. bosan dengan semua kemenangan semu ini.. atas semua kemudahan yang dapat aku peroleh dengan begitu saja.. hampir seluruh wilayah ini telah aku kuasai, bahkan aparat hukum-pun telah berada di bawah ketiakku.. uang dan kekuasaan memang telah menjadi raja atas segala-galanya.. hahhh.. walau begitu aku berusaha untuk percaya bahwa semua hal yang kita lakukan, baik kejahatan maupun kebaikan akan kembali kepada diri kita sendiri suatu saat, seperti layaknya benda yang terlempar ke atas pasti akan jatuh ke bawah.. tapi sepertinya semua hal itu enggan terjadi padaku dan bagiku tidak ada perbedaan yang benar-benar jelas antara kebaikan dan kejahatan.. hahahahaha..!!

Harno tertawa lebar kemudian menenggak anggur hitam kesukaannya sambil mengepulkan asap rokoknya yang tebal..

(Kuntet) Seorang laki-laki muda berlari tergopoh-gopoh dengan wajah lebam-lebam dan nampak sangat ketakutan.    

Kuntet: “Bang.. bang.. gawat sekali bang.. gawat..!!

Harno: “Apanya yang gawat, tenangkan dirimu dulu.. (Kuntet menarik nafas dalam-dalam) nahh begitu, sekarang katakan ada apa hehh? kalian pasti terlibat masalah lagi ya??

Kuntet: “Anu bang, eee.. anak buah kita bang.. lima anak buah kita tertangkap polisi saat merampok sebuah toko emas di daerah Makmurrejo.. soalnya kami kepergok mobil patroli polisi saat beraksi, untung saja aku bisa melarikan diri meski hampir saja nyawaku amblas gara-gara keserempet mobil karena nekat menerobos lampu merah saat menghindari kejaran polisi bang.. kalau tidak aku juga pasti tertangkap seperti mereka, entah bagaimana nasib mereka sekarang..      

Harno: “Tenang saja.. semua masalah bisa aku atasi dengan satu jentikan jariku, itu masalah kecil.. aku akan segera membebaskan mereka semua, tapi lain kali kalian harus lebih berhati- hati.. jangan asal beraksi tanpa planning yang matang.. akibatnya ya seperti sekarang ini, lagi-lagi aku harus berurusan dengan polisi.. hehh.. (sambil meraih handphone yang tergeletak di meja dan ia menelepon seseorang, kemudian terjadilah percakapan di telepon)

Harno: “Halo kawan.. bagaimana kabarmu? Hahahaha.., begini kawan,  sepertinya aku butuh pertolonganmu lagi kali ini.. aku dengar baru saja anggotamu menangkap 5 perampok di daerah Makmurrejo, perampok yang kalian tangkap itu adalah anak buahku kawan.. aku akan segera mengirimkan orang kepercayaanku untuk menjemput mereka..  (jeda 10 detik) “Oke.. oke.. soal itu jangan khawatir kawan.. tentu saja.. aku sudah menyiapkan oleh-oleh kesukaanmu seperti biasanya, baik.. jangan sungkan-sungkan kawan.. kau bisa menghubungiku kapan saja kau membutuhkanku.. terimakasih kawan (Harno mengakhiri percakapannya)

Kuntet: “Bagaimana bang?

Harno:Kuntet.. Kuntet.. (sambil menepuk punggung Kuntet) kau seperti anak kecil yang ketakutan di kejar-kejar sapi gila.. hahaha.. kau harus tahu.. hal seperti itu sudah biasa dalam dunia kita, itu namanya resiko kerja..

Kuntet: “Resiko kerja bang?

Harno: “Maksudku, semua pekerjaan itu ya pasti ada resikonya.. contohnya: kerja menjadi tukang gorengan ya terkena minyak saat menggoreng jajanan, malah dengar-dengar beberapa hari yang lalu ada yang mati gara-gara kompor gratis subsidi dari pemerintah yang ia pakai gas-nya bocor dan meledak. Termasuk resiko menjadi seorang penjahat ya seperti itu.. kalau nasibnya sedang apes ya bisa-bisa di tangkap polisi.. di penjara.. saudara seperjuangan kita yang lain banyak yang hidupnya berakhir di tangan amukan massa.. di gebuki sampai mati.. bahkan di bakar hidup-hidup, itu semua sudah menjadi resiko kalian..

Kuntet: “Waduh.. resikonya kok gak ada yang enak bang?

Harno: “Semua resiko itu ya tidak enak goblok..!! makanya jadi seorang penjahat itu harus pintar, cerdik, sabar, cermat, mau belajar.. pintar mengatur timing.. strategi.. dan faham bagaimana caranya melakukan tindak kejahatan yang rapi dan terorganisir, dengan begitu kita sudah meminimalisir tingkat resiko kegagalan kita tet.. makanya kamu juga harus banyak belajar, jaman aku muda dulu mau belajar aja susahnya minta ampun.. belum ada kursus-kursus kepenjahatan seperti yang sekarang sedang marak ini.. belum ada pelatihan-pelatihan gratis dari dinas kepenjahatan untuk menggembleng calon-calon penjahat agar mereka menjadi penjahat yang hebat..  Kesuksesanku ini atas kerja keras dan keuletanku sendiri.. berani mencoba dan tidak mudah putus asa dan yang paling penting adalah niatan yang sungguh-sungguh.. karena segala sesuatu itu kan tergantung kepada niatnya tet.. kalau niat kamu jadi penjahat tidak sungguh-sungguh, kamu tidak akan pernah menjadi penjahat yang berhasil.. tidak akan pernah menjadi penjahat dengan nama besar dan harum sepertiku..

Kuntet: “Suatu hari saya juga pasti menjadi orang hebat seperti abang..

Harno: “Kalau kau malas dan ceroboh seperti ini, paling-paling hal terhebat yang mampu kau lakukan hanya sebagai pemain figuran yang sesekali mampir di harian Meteor atau acara-acara berita kriminal di stasiun televisi swasta.. kamu tau tidak? Para wartawan itu sudah bosan dan muak menulis namamu pada berita mereka.. bahkan mereka yang membaca beritanya pun kadang-kadang sampai muntah begitu membaca berita kriminal yang melibatkan namamu..

Kuntet: “Biar saja bang.. dengan begitu saya akan menjadi terkenal bang..

Harno: “Bodohmu itu bukannya berkurang tapi malah bertambah tiap harinya ya tet..!! apa kamu tau akibatnya kalau pihak kepolisian sudah mulai bosan menangkap dan memenjarakanmu..??

Kuntet: “Memangnya kenapa bang?

Harno: “Setahuku, jika seorang penjahat sudah kerap kali tertangkap dan masih juga melakukan kejahatan dan kemudian tertangkap lagi, maka nasibnya akan berakhir di ujung timah panas…

Harno menirukan gaya seorang reporter yang sedang menyampaikan berita

Harno: ”Kuntet.. seorang residivis yang baru saja beberapa hari di bebaskan dari penjara kembali tertangkap saat melakukan aksi kejahatan.. karena melakukan perlawanan saat di tangkap, maka polisi terpaksa melepaskan tembakan yang akhirnya menewaskan Kuntet seketika di TKP..” hahahaha.. kamu mau seperti itu tet? (wajah Kuntet justru nampak bingung mendengar ceramah ketuanya itu).

 Harno: “Kenapa Tet, apa sekarang kamu ragu dan takut jadi penjahat?

Kuntet: “Iya bang, saya kok jadi takut begini ya bang.. hiiiiiii.. takut ah bang.. ( Kuntet bergidik ngeri)… saya itu paling takut dengan yang namanya MATI bang, serem ahh.. sendirian di dalam liang kubur.. pengap.. sempit.. gelap.. dan juga katanya bagi orang-orang yang jahat seperti kita ini nantinya akan mendapatkan siksaan yang berat oleh malaikat penjaga kubur.. hiiiii… 

  

Harno: “Kamu ternyata punya bakat jadi orang baik-baik juga ya Tet.. sayangnya kamu itu nggak mau mengembangkan bakatmu itu, soalnya kalau kamu sampai berhasil menjadi orang baik-baik, semua yang kamu takutkan ketika nanti kamu di alam kubur itu nggak bakalan menimpa kamu.. justru nanti di kubur itu rasanya sejuk, damai, terasa luas dan tentunya kamu bakalan betah di sana Tet, (sambil berbisik) itu kata guru ngajiku dulu.. begini-begini aku ini pernah ngaji juga..  

Kuntet: “Bang.. maaf ne bang, kok sepertinya lebih enak jadi orang baik daripada jadi penjahat seperti kita ini ya bang..”

Harno: “Itu sudah menjadi rahasia umum, dalam keadaan apapun yang namanya orang baik-baik pada akhirnya mesti beruntung dan bahagia.. kalau bukan bahagia di dunia ini ya nanti di akhiratnya.. sedangkan penjahat yang apes sangat miris nasibnya.. ada yang meringkuk seumur hidup di penjara.. ada juga yang harus menanggung malu dengan keluarga dan dicemooh lingkungan selama hidupnya.. kamu tau, yang paling apes dan sial adalah mereka yang mati sebelum sempat bertobat.. itu berarti sudah sengsara di dunia dan juga bertambah sengsara lagi di akhiratnya.. aku sendiri saja sekarang sudah mulai berfikir untuk pensiun dan mengundurkan diri lho Tet.  

Kuntet: “Apa abang serius mau mengundurkan diri?, terus bagaimana nasib kami nanti kalau abang sudah nggak memimpin kami lagi?, sebagai pimpinan tolong abang pertimbangkan baik-baik rencana abang itu.. soalnya ini jelas-jelas menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk aku bang.. istri dan anak-anakku mau makan apa nanti kalau organisasi kita ini bubar karena di tinggal abang..

Harno: “Aku sudah benar-benar mantap mengenai pengunduran diriku, sekarang ini aku hanya perlu menggodok rencanaku itu dengan dewan penasehatku sekali lagi, sebenarnya aku ingin mengajak kalian semua untuk berhenti dari pekerjaan kotor dan terlarang ini..

Kuntet: “Mengajak kami bang? Mau makan apa kami nanti, Ogah ah bang..

Harno: “Itu semua terserah kalian masing-masing.. semua di dunia ini adalah pilihan.. termasuk pilihan untuk menjalani kehidupan hitam maupun hidup yg sesuai jalur hukum, yang dimaksud hukum itu tentunya adalah hukum dunia dan hukum Tuhan.. jika nanti kalian tetap memiih bertahan sepeninggalku, salah satu dari kalian harus ada yang bersedia untuk menggantikan posisiku.. agar komplotan “ular hitam” kita nanti tetap stabil dan tidak gonjang-ganjing.. tidak ada perebutan tampuk kekuasaan.. tidak ada perongrongan dari dalam.. tidak ada penyelewengan dana.. dan tidak ada kepentingan pribadi yang nemplok dalam urusan bersama.. seperti yang kubilang tadi, sebenarnya aku ingin mengajak kalian semua berhenti dari pekerjaan kotor ini bersama-sama.. sebagai pimpinan kalian tentu aku mempunyai tanggung jawab moral juga atas kehidupan kalian, aku juga takut kalau suatu saat di akhirat nanti kalian akan menyalahkanku dan bilang seperti ini.. “Kenapa dulu abang tidak mengajak kita semua bertobat seperti apa yang abang lakukan? akibatnya kita semua harus menanggung siksa di Neraka seperti sekarang ini..!!“

Sambil kembali mengepulkan asap rokok yang tak pernah absen dari bibirnya yang hitam itu.

Kuntet: “Saya kok malah jadi semakin bingung dengan arah pembicaraan kita ini bang..”                                    

Harno: “Tidak perlu bingung Tet.. karena kebingunganmu sebenarnya merupakan pertanda positif, itu tandanya kodratmu sebagai manusia yang dibekali otak oleh Tuhan mulai berfungsi.. sekarang coba kau renungkan kata-kataku ini Tet, Tuhan telah menyediakan dua tempat terakhir bagi semua manusia di dunia ini yaitu Surga dan Neraka.. tidak hanya itu, Tuhan juga telah menunjukkan bagaimana caranya agar kita bisa menjadi salah satu penghuni Surga dan juga agar jangan sampai kita menjadi penghuni Neraka.. semuanya telah Tuhan terangkan secara gamblang dalam kalam-Nya, tinggal kita mau pilih yang mana.. terus terang saja, aku ingin masuk tempat yang namanya Surga.. kamu mau tahu seperti apa Surga itu Tet? 

Kuntet: “Mau bang.. coba abang ceritakan seperti apa Surga itu bang, sekalian ceritakan sedikit tentang Neraka ya bang..      

Harno: “Seingatku Surga adalah suatu tempat dimana seluruh kebahagiaan hakiki berada.. sebuah taman yang begitu indah yang di bawahnya adalah sungai yang mengalirkan susu.. bayangkan Tet, sungai yang aliran airnya adalah susu..!! tempat dimana segala sesuatu dihalalkan dan tidak ada larangan sedikitpun..

Kuntet: “Apa benar ada tempat seindah itu bang?                                       

Harno: “Hei.. kau tak percaya dengan ceritaku ini?

Kuntet: “Bukan begitu bang, mana berani saya tidak mempercayai perkataan abang, tentu saja saya percaya bang..

Harno: “Di sana kamu boleh berbuat apa saja dan kamu akan di dampingi 7 Bidadari yang kecantikannya tidak mungkin tersaingi dengan Miss Universe sekalipun.. apalagi kalau hanya Miss Indonesia, hahhh.. jelas gak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka.. kebalikannya dengan Neraka.. karena Neraka adalah tempat dimana seluruh penderitaan hakiki berada.. sebuah tempat menakutkan yang penuh dengan siksaan yang sakitnya tiada banding dengan seluruh penderitaan yang pernah di rasakan manusia di seluruh muka bumi ini..                                  

Kuntet: “Wahh.. Surga itu benar-benar tempat yang asyik ya bang.. aku mau masuk Surga saja bang.. kalau neraka aku gak mau ah bang.. hanya orang-orang bodoh dan tak punya otak saja yang mau menjadi penghuni Neraka.. jadi gak sabar pengen cepat-cepat masuk surga ni bang, (sejenak Kuntet melamun).. tapi apa aku pantas masuk Surga ya bang? Aku ini adalah penjahat bang..              

Harno: “Hahahaha.. itulah salah satu alasanku kenapa aku memilih berhenti jadi penjahat.. (menghela nafas panjang) tapi.. ahhh.. sudahlah Tet, tidak usah terlalu pusing memikirkan masalah Surga dan Neraka, karena masalah itu adalah hak prerogative Tuhan.. sebagai makhluk ciptaan-Nya kita ikuti saja apa yang –Dia kehendaki atas diri kita.. baik ataupun buruk.. sedih ataupun bahagia semua itu telah ia atur untuk kita.. Tet, panggil Jabrik ke sini segera .. aku ada tugas untuknya..        

 Kuntet: “Baik bang.. (sembari meninggalkan ruangan, beberapa saat kemudian seorang lelaki  memasuki ruangan)  

Jabrik: “Abang memanggil saya?                                   

Harno: “Bagaimana dengan markas kita yang baru? Masyarakat di sekitar sana tidak mencurigai penyamaran kalian sebagai tukang ojek  bukan? (mengambil setumpuk uang dari laci meja di dekatnya)               

Jabrik:Tidak bang.. semua orang di lingkungan sekitar pos kita itu sama sekali tidak curiga tentang profesi kita sebenarnya.. malah anak buah kita kerasan sekali disana bang, disamping lingkungannya memang enak dan strategis.. orang-orangnya juga ramah bang, penyamaran kita sebagai tukang ojek berjalan dengan begitu sempurna bang, sampai-sampai saya sendiri kadang lupa kalau sebenarnya saya ini adalah penjahat.

Harno: “Bagus.. bagus..

Jabrik: “Ada lagi yang menggembirakan kami bang, kami dapat pemasukan yang lumayan semenjak kita nongkrong di pos kita yang baru itu.. bahkan kalau di hitung-hitung hasil ngojek ternyata juga cukup untuk memenuhi kebutuhan bang, dalam satu hari saja kami bisa mendapatkan hasil bersih sekitar 100 ribu, sudah di potong beli bensin dan uang makan kami bang.. Oh iya bang kapan kita akan beraksi lagi bang? Hampir 4 minggu kita belum pernah menjalankan aksi yang besar, apalagi aksi kita hari ini berhasil digagalkan oleh polisi..  saya malah jadi khawatir.. bisa-bisa anak buah kita malah kerasan jadi tukang ojek daripada jadi penjahat, karena pekerjaan itu memang terasa jauh lebih nyaman dan tidak beresiko besar walaupun hasilnya tidak begitu banyak tapi sudah cukup untuk sekedar makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka”               

Harno: “Bagus.. bagus.. memang itu yang ingin aku dengar, tidak salah aku memilih tempat di perempatan itu sebagai markas kita.. hahaha…

Jabrik: “Maksudnya bang, saya tidak paham maksud abang?

Harno: “Ahh.. tidak ada apa-apa.. lupakan saja, mengenai jadual aksi kita biar aku saja yang mengurusnya.. sekarang cepat kau pergi ke Polsek Makmurrejo untuk membebaskan anak buah kita dan serahkan uang jaminan ini sebagai tebusannya.. jangan lupa sampaikan salamku pada komandannya, dan katakan padanya kapan-kapan aku ingin menantang sabung ayam dengannya lagi.. hahahahahaha… 

Jabrik: “Baik bang, saya berangkat sekarang..” (Jabrik pun segera berangkat menjemput kawan-kawannya yang tertangkap polisi)

Harno: “Hmmm.. semoga saja rencanaku berjalan sesuai dengan yang aku harapkan.. (Harno tetap asyik dengan kepulan asap rokoknya)

ADEGAN KE DUA

Di sebuah pos ojek, nampak beberapa orang sedang berkumpul dan membicarakan sesuatu dengan cukup serius..               4 sepeda motor berjajar di samping mereka

Darto: “Tet.. apa benar bang Harno mau mengundurkan diri?

Kuntet: “Dari kata-katanya, sepertinya bang Harno memang  serius ingin segera mengundurkan diri, kalian juga tahu bukan kalau bang Harno itu tipe orang yang tidak pernah mencla-mencle, tidak pernah main-main dan selalu bisa kita percaya dalam hal apapun..”

Jabrik: “Terus, nasib kita-kita ini bagaimana? nasib organisasi kita bagaimana? apa bang Harno gak peduli lagi dengan nasib kita semua? Tapi sepertinya ada sesuatu yang bang Harno sembunyikan dari kita semua,,

Darto: “Betul sekali kata-katamu itu Brik.. aku juga tidak habis fikir, pasti ada sesuatu yang meracuni akal sehat bang Harno hingga dia mempunyai pemikiran aneh seperti itu..

Brewok: “Lebih baik kita positif thingking dulu.. jangan asal memvonis bang Harno gak peduli dengan kita lagi, siapa tau ada sesuatu yang hebat yang telah ia rencanakan untuk kita di balik skenario pengunduran dirinya itu.. selama ini aku mengenal bang Harno sebagai sosok yang selalu penuh pertimbangan dan tidak pernah ngawur menyikapi suatu permasalahan..

Kuntet: “Seandainya.. aku bicara seandainya.. seandainya bang Harno benar-benar mundur dan lengser keprabon, kira-kira siapa diantara kita berempat yang layak untuk menggantikan posisinya?  

Brewok: “Sepertinya hanya aku yang paling pantas menggantikan bang Harno, akulah anak buah yang telah mengabdi paling lama.. sudah hampir 20 tahun aku ikut bang Harno.. semenjak komplotan “ular hitam” berdiri sampai sekarang ini.. cuma aku anggota “ular hitam” yang tertua dan ikut babat alas dengan bang Harno waktu itu.. ibarat seorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar, maka masa pengabdianku selama 20 tahun itu tentu akan lebih memudahkanku menjadi kepala sekolah.. aku memang pantas menggantikan bang Harno (dengan berkacak pinggang dan membelakangi kawan-kawannya)..

Kuntet: “Puihhh.. (meludah) hei Wok, kau memang anak buah bang Harno yang tertua dan paling lama mengabdi dengannya, kau juga satu-satunya anak buah bang Harno dengan tattoo terbanyak di tubuhmu, sampai tattoomu bertumpuk-tumpuk seperti cucian baju yang belum sempat kau setrika itu.. tapi perlu kau ketahui itu sama sekali bukan alasan bahwa kau layak menggantikannya.. kalau tadi kau mengibaratkan pengabdianmu seperti seorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar, maka pengbdianmu itu sia-sia saja dan usiamu sudah kelewat kalau kau punya mimpi untuk diangkat menjadi kepala sekolah.. kau lebih layak mengabdikan sisa hidupmu menjadi pak bon saja.. hahahaha… akulah orang kepercayaan nomor satu bang Harno, jadi aku yang lebih pantas menggantikannya.. paham??

Darto: “Kalian berdua jangan ngelantur.. kalian berdua tidak mempunyai TALENTA seorang pemimpin, tidak punya bakat sama sekali untuk membawahi anak buah apalagi memimpin organisasi besar ini, jenis orang-orang seperti kalian ini hanya pantas jadi pesuruh bukannya jadi seorang pimpinan.. hanya ada satu orang yang pantas menggantikan bang Harno, kalian ingin tahu siapa orangnya?

Jabrik, Brewok, Darto:Siapa dia??

Darto: “Orangnya ada didepan kalian sekarang, orang terpintar.. terganteng.. seorang laki-laki yang di gandrungi oleh kaum wanita, dari yang masih gadis sampai para janda-janda.. hehehe.. dan pastinya yang paling terpelajar diantara kalian semua.. DARTO MU’IN BIN MA’UN  SPD.. aku-lah yang nantinya akan menjadi pemimpin kalian.. jangan khawatir, kesejahteraan hidup kalian akan menjadi salah satu prioritas agenda kerjaku jika akulah yang terpilih nanti.. dari kita berempat cuma aku saja yang lulusan universitas.. ijazahku strata 1.. gelar SPD-ku itu artinya sarjana pendidikan,.. tidak seperti kalian untuk menerima pelajaran SD saja otak kalian sudah protes bahkan bisa konslet.. apalagi nanti kalau menjadi pimpinan organisasi ini.. seorang pemimpin itu harus pintar, pintar berbuat apa saja.. pintar menipu, pintar berbohong, pintar bermain kata-kata, pintar beradu argumentasi, dan yang paling penting pimpinan itu harus mampu mengkondisikan anak buah dan di segani oleh kawan maupun lawan, sedangkan sifat-sifat itu sama sekali tidak ada pada diri kalian.. jadi kesimpulannya akulah yang paling pantas dan memang punya kapasitas, kualitas serta kredibilitas sebagai pengganti bang Harno.. eh Wok.. harusnya aku ini sudah menjadi PNS, jika saja tindak KKN benar-benar bisa terhapus dari negeri kita ini.. masak aku harus membayar Rp 125 juta hanya untuk menjadi PNS? Puihhh.. tak sudi aku membayar sejumlah itu, kalaupun aku punya Rp 125 juta, lebih baik uang itu aku gunakan untuk membuka usaha alias wiraswasta.. dari pada menjadi PNS dengan cara menyuap seperti itu, mau jadi apa negeri ini kalau semuanya memakai aturan suap-menyuap seperti itu? Lebih baik menjadi penjahat saja seperti kita sekarang ini.. toh penghasilan kita dengan PNS-PNS hasil suapan itu “dosa-nya” sama saja.. lha wong menyuap itu sendiri jelas-jelas sudah dilarang kok masih saja dilanggar, malah secara terang-terangan lagi.. dan seumur hidup mereka akan makan gaji haram hasil suapan.. 

Jabrik: “Hoi Darto.. jangan bicara halal-haram disini.. ijazah s1-mu itu kau peroleh dari salah satu UT /universitas terbuka di dekat kampungmu sendiri, jangan kau kira aku tidak tau soal itu.. gedung universitasnya saja cuman nunut di salah satu SD yang bangunannya sendiri sudah tinggal nunggu ambruknya saja.. hari kuliahmu cuma hari sabtu dan minggu.. itu karena rata-rata yang ikut kuliah adalah orang-orang yang sudah berkeluarga, orang-orang yang yang hanya menginginkan gelar.. juga mereka yang kurang mampu karena memang biayanya sangat jauh dibandingkan kuliah di universitas lain.. dan orang-orang yang sudah mengabdi di berbagai institusi Negara, tapi ijazahnya nggak memenuhi syarat untuk menjadi PNS, ataupun para PNS yang hanya ingin mendapat gelar untuk mendongkrak “golongan- jabatannya” dan juga orang-orang yang malas dan kekurangan dana sepertimu.. aku sendiri heran, setahuku kau jarang sekali masuk kuliah.. tapi tau-tau kau bisa lulus dan diwisuda begitu saja, terus ilmu apa yang kau dapat.. hahh??

Darto: “Jaga bicaramu.. apa maksudmu wok??

Brewok: “Apa organisasi besar kita ini akan kami serahkan kepada orang BODOH tapi bergaya sok INTELEK sepertimu itu??.. tidak.. tentu saja tidak..!! soal pengganti bang Harno tidak usah kalian pusingkan dan kalian perdebatkan, karena volume otak di batok kepala kalian tidak akan cukup untuk menampung segala permasalahan yang harus di tanggung oleh seorang pemimpin.. biar aku saja yang menggantikan bang Harno.. (sambil memicingkan mata sembari melirik mereka bertiga). Dari kejauhan terdengar suara perempuan yang langsung mampu menghentikan perdebatan sengit mereka.

Brewok: “Yu Wasmi.. aku yakin itu suara yu Wasmi.. ohhh yu Wasmi, akhirnya kau datang juga untuk mengobati rinduku yang menggunung ini.. (Suara perempuan itu semakin jelas dan mendekat, masing-masing sibuk merapikan dandanan dan tatanan rambut mereka..)          

Yu Wasmi: “Jamune.. jamune… jamu kuat.. jamu sehat.. jamu tolak angin.. tolak maksiat.. jamu tolak melarat juga ada.. pokoknya komplit..

Seorang perempuan dengan bakul jamu yang di gendongnya berjalan melenggak-lenggok bak ular kelaparan di depan preman-preman tersebut, senyum dan kerlingan matanya yang nakal membuat para lelaki itu salah tingkah sendiri-sendiri..

Brewok: “Yu Wasmi.. kok beberapa hari ini nggak lewat sini tho yu? Aku kan selalu nungguin mau minum beras kencur-nya yu Wasmi yang segernya gak karuan itu.. (sambil melotot menatap yu Wasmi tanpa berkedip)                   

Yu Wasmi: “Mas wok, sudah tiga hari ini saya itu masuk angin..jadi gak bisa keliling mas.. untung aja di kerokin sama simbok jadi sekarang udah bisa keliling lagi mas..

Brewok: “Waduhhh.. kok nggak ngasih tau aku kalau yu Wasmi masuk angin, soal ngerokin mas Wok sih ahlinya.. jangankan masuk angin,kemaren aja ada orang kesurupan mas Wok kerokin jadi sembuh langsung tuh kesurupannya.. hihihi… lain kali kalau yu Wasmi sakit, SMS mas Wok atau update status di PESBUK aja.. kemaren yu Wasmi kan sudah approve request pertemanan mas Wok.. mas Wok kan jadi tau kalau yu Wasmi lagi sakit, terus bisa jenguk sekalian kenalan sama simbok dan bawain oleh-oleh deh buat simbok..

Yu Wasmi tersenyum mendengar kata-kata Brewok, Jabrik mendekati yu Wasmi sambil menepikan Brewok yang menghalanginya, ia membantu yu Wasmi mengangkat bakul gendongannya.

Jabrik: “Sini yu, biar aku angkatin bakulnya.. duduk sini aja yu.. saya pesen jamu paitan.. pokoknya yang pait.. saya itu paling seneng jamu yu Wasmi yang pait.. soalnya kalau saya minum.. rasa pait-nya bisa sampai ke hati yu.. sehari saja gak ketemu jamu paitannya yu Wasmi, mata ini berkunang-kunang  dan pandangan mataku jadi gak remeng-remeng gitu yu.. pengenku yu Wasmi itu mau jadi bakul jamu pribadiku aja.. biar tiap hari kita bisa bareng yu.. (yu Wasmi duduk sembari membuatkan jamu pesenan Brewok dan Jabrik)

Kuntet:       “Oalah Brik.. Brik.. gayamu itu lho.. semua orang tau kalau matamu itu memang agak rabun dari dulu.. kalau ngomong itu jangan asal mbuka contong aja.. difikir dulu.. mana ada bakul jamu pribadi.. memangnya sekertaris? malu-maluin aku saja, Sudah yu.. jangan di dengerin gombal-gombal amoh ini kalau mereka sedang ngromet.. mending yu Wasmi jadi pacarku aja, tak jamin hidup yu Wasmi bakalan bahagia lahir bathin.. mas Kuntet ini gak maen-maen.. serius, kalau perlu nanti malam langsung tak lamar dan besok kita bisa akad nikah di K.U.A.. dari kami berempat, cuma mas Kuntet yang KTP-nya belum menikah lho yu.. kalau mereka itu kan sudah jelas punya istri.. gimana yu?

Yu Wasmi: “Mas Kuntet bisa aja kalau bercanda..kan Cuma KTP-nya saja yang belum menikah.. lha 3 anak kecil yang saya lihat minggu kemaren waktu saya keliling di gang rumah mas Kuntet terus manggil mas“..bapak.. bapak..” gitu anaknya siapa hayo? (Kuntet celingak-celinguk menahan malu).. mas ini mau pesen jamu apa mau ngobral rayuan saja?..

Kuntet: “Oh iya.. hampir saja saya lupa.. jamu sehat lelaki saja yu.. (sambil mengedipkan matanya)

Merek bertiga duduk mengitari yu Wasmi sambil menunggu jamu pesanan mereka, sementara si Darto masih sibuk berkaca di spion motor untuk menata rambutnya yang memang melawan tuannya tiap kali di tata.. akhirnya Darto menyerah sendiri dengan rambut kriwilnya yang bandel kemudian nimbrung dalam pembicaraan yang semakin panas tersebut.

Darto: “Maklum lah yu, mereka itu orang-orang gak berpendidikan jadi sebagai yang lebih berpendidikan.. saya mewakili mereka untuk minta maaf kalau saja ada kata-kata ataupun tingkah laku yang menyinggung hati yu Wasmi baik secara langsung maupun secara tidak langsung.. dan setelah saya pertimbangkan masak-masak akhirnya saya memantapkan diri untuk ikut andil dalam kompetisi piala yu Wasmi ini.. boleh kan yu?      Saya ini tentunya akan menjadi saingan berat dan dapat dengan mudah mengalahkan  mereka.. dan bisa dipastikan bahwa sayalah yang akan menang dan berhak menggondol piala yu Wasmi ini.. hehehe.. (sambil merapikan kerah bajunya)..  buatin aku jamu tolak angin aja ya yu..

Jabrik, Brewok, Kuntet saling menyahut, menyanggah dan mencibir gaya si Darto yang memang jauh lebih parah dari gaya yang mereka pakai.. Ketika mereka asyik ngobrol dan menggoda yu Wasmi, seorang pengemis berhenti didepan mereka dan meminta sedekah.

Pengemis: “Permisi pak.. kasihani saya pak.. sudah 3 hari saya tidak makan pake daging sapi pak.. saya juga sedang susah karena debt collector dari KOPERASI AYO MAJU terus saja menagih angsuran pinjaman yang belum sempat saya angsur bulan ini karena income mengemis saya turun drastis gara-gara naiknya harga bahan pokok akhir-akhir ini..  naiknya harga sembako memang sungguh terasa akibatnya apalagi untuk kalangan bawah seperti kami.. belum lagi masalah angsuran motor vario saya yang sudah nunggak dari bulan kemaren, kalau bulan ini saya nggak bisa ngangsur maka motor vario saya akan ditarik oleh dealer.. pusing rasanya mikir semua itu pak.. sampai-sampai saya harus merombak jadwal mengemis saya, yang biasanya jam 08 pagi baru berangkat dan bisa pulang kira-kira pukul 4 sore.. sekarang demi menutup kebutuhan yang semakin membengkak saya harus berangkat lebih awal dan pulang lebih sore lagi, itupun hasilnya masih saja kurang.

Jabrik: “Wah.. wah.. wah.. jaman ini sepertinya memang pantes kalau disebut jaman gendeng.. seorang pengemis juga sekarang sudah mulai melibatkan diri dalam dunia “angsuran”.. dunia “kredit”..dunia yang ruwet di mana biasanya seorang berjaket hitam dan berpenampilan sangar akan mengejar-ngejar bahkan mengintimidasi kalau sampai si pengambil kredit terlambat bayar ataupun mempunyai tunggakan.. begini saja pak pengemis, lebih baik motornya di oper kredit kepada saya saja.. biar saya yang meneruskan angsurannya.. (menoleh ke yu Wasmi dengan tersenyum-senyum) yu Wasmi mau tho- dagangan jamu pakai motor, biar yu Wasmi gak begitu kecapek’an dan juga bisa ekspansi alias memperluas wilayah jualan jamunya yu.. yu Wasmi tidak perlu memikirkan angsurannya.. pokoknya  yu Wasmi bagian naikin motornya aja.. mas Jabrik kasih secara cuma-cuma.. tanpa pamrih.. gimana yu, mau tho?     

Yu Wasmi: “Mas Brik ini senengnya bercanda, bukannya saya nolak rejeki.. tapi saya itu lebih suka jalan kaki saja mas, disamping bagus untuk kebugaran badan.. saya itu memang gak berani naik motor, perempuan kampung seperti saya ini diboncengin aja sudah seneng.. gak perlu sampai punya motor sendiri mas..

Pengemis: “Lha ini masnya malah tambah gendeng.. saya itu kesini mau ngemis, mau minta sedekah.. bukannya mau jual motor saya sama sampean.. (tiba-tiba suara nada dering mengejutkan mereka dan pengemis itu merogoh sesuatu dari sakunya yang ternyata sebuah handphone).. halo.. katanya kamu mau mengembalikan uangku segera, kapan??.. tidak bisa.. bicara soal saudara kita memang masih saudara, tapi kalau bicara soal uang sudah beda acara lagi.. uang itu harus kembali hari ini juga, aku sudah memberi kelonggaran untukmu.. pokoknya aku tidak mau tau, siang ini juga kau harus mengembalikannya,.. nha.. gitu kan bisa, jadi kita sama-sama enak.. kau transfer saja.. nanti aku sms nomor rekening BCA-ku..

Kuntet: “Kita yang gayanya sudah seperti boy band gini saja tidak punya ATM.. masak pengemis kumal seperti dia malah punya rekening BCA.. handphone yang barusan ia pakai itu saja merknya blackberry, waduh.. waduh.. aku sendiri masih pakai handphone warisan kerajaan china yang mereknya malah lebih mirip merek sandal jepit ini..     

Kawanan preman itu terheran-heran dengan pengemis tersebut, begitu juga dengan yu Wasmi.

Yu Wasmi: “Pak pengemis.. sampean itu sebenarnya pengemis beneran apa pengemis gadungan tho? pengemis kok malah lebih kaya dan sukses daripada yang di emisin.. punya rekening, hp-nya juga blackberry.. gaya sampean itu kayak pengusaha saja..         

Pengemis: “Lho.. lho.. saya ini memang pengusaha.. usaha saya ya ngemis seperti ini.. sampean harus sadar kalau sampean itu juga pengusaha lho mbak yu..

Yu Wasmi: “Pengusaha apa? sampean itu ngomong apa? lama-lama omongan sampean makin mirip dengan orang gila saja..

Pengemis: “Saya bilang sampean itu pengusaha karena sampean memang punya usaha.. usaha sampean ya jualan jamu itu, sudah 17 tahun saya geluti profesi mengemis seperti ini.. dan dengan hasil yang saya kumpulkan akhirnya saya bisa memiliki  bengkel motor, membuka 3 warung makan, dan menjadi supplier pakaian di beberapa kota besar..

Brewok: “Kalau bener sampean itu sudah kaya, lha kok masih mau-maunya ngemis kayak gitu tho pak? enakan di rumah saja sambil memantau usahanya sampean itu..     

Pengemis: “Usia saya ini baru 50, rencananya saya baru mau pensiun di usia 55 bang.. jadi masa kerja efektif saya masih ada 5 tahun lagi.

Darto: “Kami ini sudah bekerja puluhan tahun, tapi kenapa kami tidak bisa berhasil seperti yang lain? lebih bijaknya “belum berhasil seperti yang lain”..

Pengemis: “Bang.. sebelum membicarakan sebuah keberhasilan, kalian harus paham bahwa untuk mendapatkan segala sesuatu itu diperlukan sebuah cara.. cara itu harus tepat dan efektif.. dan kesungguhan adalah kunci dalam tiap keberhasilan seseorang, apapun profesinya.. seorang pengemis harus sungguh-sungguh ketika mengemis.. harus pintar menarik simpati orang yang ia temui dan pintar ngomong yang ngenes-ngenes seperti saya tadi itu, seorang guru harus sungguh-sungguh ketika mengajar, seorang tukang ojek harus sungguh-sungguh ketika mengojek dan mencintai profesinya, seorang penjahat harus sungguh-sungguh dan mantap ketika beraksi, seorang polisi juga harus sungguh-sungguh ketika menangkap penjahat sekaligus menjadi penegak hukum dan pengayom masyarakat… kalian paham maksudku kan? (menyingsingkan lengan bajunya dan melihat jam tangannya yang berkilau dibalik baju kumalnya itu) walahh gara-gara ngobrol dengan kalian aku bakalan terlambat ini.. kalian mau bersedekah dengan saya atau tidak? kalau memang mau memberi sedekah ayo cepet..!!

Pengemis itu segera menengadahkan tangannya, mereka berempat menggelengkan kepalanya dengan lemas.          

Brewok: “Seharusnya justru kami yang pantas minta uang sama sampean pak..     

Pengemis: (Menjawab dengan nada sedikit emosi) “Ooo tidak bisa!! Walaupun mungkin uang saya lebih banyak daripada kalian, tapi profesi saya itu kan PENGEMIS..!! itu jelas-jelas melanggar etika kerja, masak pengemis malah di emisin?? Sudah ah, mendingan saya pergi daripada cuma nongkrong di sini dan tidak dapat hasil sedikitpun.. bisa-bisa kena damprat istri saya lagi nanti kalau pulang tidak membawa setoran.

 Pengemis itupun beranjak pergi, namun baru beberapa langkah pengemis itu berbalik dan mendatangi mereka lagi..

Kuntet: “Mau apa lagi orang gila itu?

Pengemis: “Bang, berapa ongkosnya kalau ngojek sampai jalan Sugihslamet?

Brewok: “ Ongkosnya 15 ribu, itu sudah termasuk potongan PPN dan asuransi dari jasa raharja jika saja terjadi kecelakaan di jalan raya.. 

Pengemis: “ Oke lah, ongkos bukan masalah bagi saya.. cepat hantar saya ke jalan Sugihslamet.. jangan kuatir, saya bayar sampean pake duit cash alias tunai.. daripada capek-capek jalan mendingan ngojek saja.. (sembari menyodorkan uang dan meringis memperlihatkan giginya yang hitam dan tonggos)

Brewok: “Sekarang giliran kamu yang narik Brik.. tadi kita bertiga sudah narik semua..            

Jabrik: “Sejak pertama ngojek disini, baru kali ini aku mendapat penumpang pengemis, mungkin ini juga jadi awal dari tonggak sejarah abad 21 bahwa pengemis juga bergaya hidup hedonis dan ugal-ugalan.. gak apa-apalah yang penting kan duitnya.. hehehe.. (Pengemis itu naik dan berpegangan erat pada tubuh Jabrik)

Jabrik: “(Dengan melotot dan membentak si pengemis)“ Pegangan sini saja.. jangan-jangan sampean itu homo, bisa-bisa tak laporin ke polisi kalau sampean itu berniat melakukan pelecehan seksual kepada saya nanti.. kalau yang pegangan gini yu Wasmi ya tentu saja boleh.. hihihi.. (melirik yu Wasmi yang dari tadi ikut mendengarkan percakapan mereka) pegangan sini!!.. (sambil menunjuk begel pegangan di bagian belakang motornya, Jabrik menghidupkan motornya dan meninggalkan pos ojek.)   Yu Wasmi pun mengemasi dagangannya dan berpamitan dengan mereka..

Darto: ”(Mengeluarkan dompetnya dengan gayanya yang sok keren dan mengejek kawan-kawannya).. “Waduh.. sampean kok buru-buru tho yu?, hitung berapa semuanya yu.. Biar mas Darto saja yang bayarin jamunya gombal-gombal amoh yang kere ini..  

Yu Wasmi: “Sudah siang mas, saya harus keliling lagi.. ntar kasian para langganan yang nungguin saya.. Semuanya 20ribu saja mas..

Darto: “Sudah dihitung bener-bener yu? 20ribu apa nggak kurang? Jangan sampai yu Wasmi salah hitung.. mas Darto nggak pengen yu Wasmi rugi.. sudah jamunya enak, di badan rasanya seger.. murah lagi, pokoknya saya pengen jadi langganan tetapnya yu Wasmi..       

Yu Wasmi: “Beneran Mas, Cuma 20ribu saja kok..

Darto membuka dompet kulit hitamnya yang panjang dan nampak menghitung uangnya, nampak air muka Darto berubah jadi merah padam dan kebingungan.. kemudian ia mendekati Kuntet dan membisikinya sesuatu.

Darto:Duitku kurang Tet, cuman 11ribu saja.. pinjemin uang kamu 9ribu dulu ya.. malu ni aku sama yu Wasmi kalau gak kuat ntraktir bayarin jamu kalian.. (Yu Wasmi dan Brewok berusaha mendekatkan posisi mereka agar mendengar percakapan Darto dan Kuntet)

Kuntet: (dengan suara agak keras) Darto.. apa kamu nggak malu sama yu Wasmi? Tadi sok tanya.. 20ribu kurang apa nggak.. oalahhh.. yang “kurang apa nggak” itu ternyata duitmu tho..!! ni aku kasih 10ribu, nggak usah pake acara pinjam meminjam.. paling juga nggak bakalan kamu balikin.. sana bayar jamunya.. salah sendiri tadi gembar-gembor pengen bayarin jamu kami..

Darto: “Jangan keras-keras tho Tet.. kan aku jadi malu sama yu Wasmi.. (ia menyerahkan uang sambil menggaruk-garuk kepalanya), ini yu duitnya.. padahal tadi pagi itu banyak uang lho di dompet saya, eee saya lupa kalau tadi sudah tak sumbangin ke panti jompo di kampung sebelah itu..

Brewok: “Jangan percaya sama ocehan si Darto itu yu.. besok lewat sini lagi ya yu.. mas Wok bener-bener ketagihan sama jamu beras kencurnya yang anget-anget gimana gitu itu lho yu..           

Yu Wasmi: “Alahhh.. mas Wok ini sama aja.. tukang nggombal, sudah dulu ya mas, saya mau nerusin keliling dulu.. monggo.. (Mereka saling mendahului untuk menjawab dan saling berdesakan)                                

Brewok: “Jangan lupa yu..nanti kalau sudah sampe rumah di buka PESBUKnya yu..

Yu Wasmi pun berlalu meninggalkan mereka sambil menjajakan jamunya.. Brewok pun tiba ke pos ojek kembali setelah mengantarkan pengemis itu ke jalan Sugihslamet.

Brewok: “Lumayan, dapat tambahan rejeki 15 ribu lagi (sambil mengipas-ngipaskan uangnya) .. bisa buat jatah jajan jamunya yu Wasmi untuk 3 hari.. hehehe.. (Tanpa mereka sadari seseorang telah berdiri dibelakang mereka yang masih saja menatap yu Wasmi yang kian jauh meninggalkan mereka)

Harno: “Ehmmm.. ehmm.. habis ngomongin apa kalian semua hah? Kok tiba-tiba saja kupingku yang sebelah kiri ini terasa panas, pasti kalian membicarakan aku juga ya..

Kuntet: “Tidak kok bang..                                                    

Harno: “Jangan bohong.. aku itu paham gerak-gerik kalian.. apa ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan?

Kuntet: “Ehh.. sebenarnya iya sih bang.. sebelumnya saya minta maaf bang, ada yang pengen kita tanyakan kepada abang, daripada hal itu terus saja mengganggu fikiran kami.. 

Harno: “Ini pasti mengenai pembicaraan kita kemaren itu ya?

Kuntet: “Iya bang..(sambil menunduk ketakutan) 

Harno: “Baiklah.. akan aku ceritakan kepada kalian.. begini.. aku ini sudah tua, ibarat perputaran hari aku sudah sampai di ujung senja.. yang mau tidak mau sebentar lagi pasti akan di telan oleh gelapnya malam.. aku ingin punya bekal, aku ingin membawa sesuatu yang bisa meringankan dosa-dosaku selama aku hidup jika malaikat maut menjemputku nanti.. aku tidak ingin menyesal di kehidupan nanti hanya karena menuruti nafsuku yang tidak pernah berkesudahan ini.. jika saja boleh meminta kepada Tuhan, aku ingin mengulang kembali sejarah hidup ini dan mengisinya dengan hal-hal positif dan mengabdikan hidupku di jalan yang benar.. bukan mengabdi kepada hawa nafsu setan seperti yang aku lakukan selama ini.. tapi sayangnya, semua itu tidak mungkin.. walaupun begitu aku tetap bersyukur karena masih diberikan waktu memperbaiki hidup di saat-saat cahaya hidupku mulai meredup seperti sekarang ini.. saranku kepada kalian, jangan sampai kalian menyesal.. mumpung Tuhan masih memberi kesempatan kalian untuk tinggal di dunia ini, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya.. jangan hambur-hamburkan masa kalian untuk hal-hal yang hanya menumpuk dosa dan memberatkan nantinya.. taukah kalian apa yang membuatku berkeinginan untuk keluar dari jerat dunia hitam ini?         

Menjawab serentak: “Tidak bang..!!  

Harno: “Aku hanya ingin Tuhan mengenaliku sebagai salah satu hambanya dan berkenan memberikan ampunan atas dosa yang aku sendiri tidak mampu menghitungnya, jujur saja aku takut.. aku sangat takut dengan murka Tuhan.. sekarang aku bertanya pada kalian semua, kalian takut dengan Tuhan atau tidak?

Menjawab serentak: “Takut bang.. kami takut bang..

Harno: “Kalau memang kalian masih takut kepada Tuhan dan meyakini bahwa ada kehidupan setelah mati nanti, mulai sekarang kalian harus belajar untuk mengikuti perintah-Nya dan menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang-Nya..

Darto: “Sebenarnya saya kepengen jadi orang baik juga bang, pengen punya penghasilan pekerjaan yang benar.. karena terus terang saja bang, saya juga sering merasa bersalah sendiri ketika melakukan kejahatan bang..  hati nurani saya menolak dan seolah ada suara yang berbisik bahwa perbuatan saya itu adalah salah.. tapi entah kenapa kesadaran saya itu masih saja terkalahkan oleh nafsu tamak saya bang..

Brewok: “Saya juga merasa seperti itu bang, kira-kira sebulan yang lalu saya sempat nangis terisak-isak ketika mendapat surat dari emak saya di kampung.. dalam suratnya emak berkata: “Kamu harus bersyukur bahwa Tuhan masih mau memberikan kamu rejeki dan kepercayaan, emak sangat bangga mempunyai anak sepertimu.. kamu harus tambah giat bekerja, pintar-pintar mengatur pendapatanmu dan tetap rajin beribadah, jangan pernah lupakan Tuhanmu karena –Ia tidak pernah melupakanmu sedetikpun.. pesan emak cuma satu, jangan pernah tergiur dengan cara singkat untuk meraih harapanmu.. gigihlah berusaha dan carilah rejeki yang halal.. (wajah jabrik nampak sedih dan matanya pun berkaca-kaca) Emak itu tidak tau kalau pekerjaan saya di sini adalah merampok.. setahu emak, saya ini bekerja sebagai kuli bangunan.. dan emak sangat bangga mendengar saya bekerja walau sebagai kuli bangunan di kota.. selama ini saya sudah membohongi emak yang sudah melahirkan saya.. kalau emak sampai tahu pekerjaanku sebenarnya tentu emak akan sangat kecewa.. (kemudian menangis tersedu-sedu) apa saya juga boleh berhenti jadi penjahat bang?, saya juga ingin memperbaiki hidup saya.. saya siap menerima hukuman apa saja asal abang mengijinkan saya untuk berhenti jadi penjahat..   

Harno: “Wok, itu hakmu sendiri.. itu pilihanmu sendiri.. aku tidak akan melarang kalau kau ingin berhenti, justru sebaliknya.. aku sangat senang mengetahui kau punya keinginan seperti itu, Jabrik.. Darto.. bagaimana dengan kalian berdua? (Jabrik dan darto saling memandang kemudian malah menangis seperti anak kecil )..

Jabrik: “Kami juga pengen berhenti bang.. tapi kami tidak punya keahlian selain menjadi merampok dan mencuri, sebenarnya kami ini takut menjadi penjahat.. setiap kali kita beraksi hati saya selalu tidak tenang.. tapi tetap saya berani-beranikan demi menafkahi anak istri saya karena saya tidak mau menelantarkan mereka bang..

Darto: “Saya juga sama dengan mereka bang, saya ingin berhenti saja.. tapi bagaimana nanti dengan keluarga saya.. sedangkan saya tidak punya pekerjaan bang..

Harno: “Kalian tidak usah bingung.. coba buka mata kalian, bukankan sekarang ini kalian sudah mempunyai pekerjaan yang halal dan tidak melanggar hukum?

Mereka saling berpandangan dan nampak belum mengerti.

Darto: “Maksud abang?                                                       

Harno: “Ngojek.. menjadi tukang ojek seperti penyamaran kalian sekarang ini.. aku memang sengaja memilih perempatan yang cukup ramai ini sebagai pos kita dan menyuruh kalian menyamar sebagai tukang ojek untuk menutupi profesi kalian yang sebenarnya.

      Jauh dari semua hal itu aku punya rencana untuk kalian agar kalian mau berfikir bahwa tanpa harus berbuat jahat-pun kalian masih mampu mendapat penghasilan dan menghidupi keluarga kalian, walau hasil yang kalian dapat tidak sebanyak dibandingkan dengan hasil merampok dan mencuri. Kalian mau menjadi tukang ojek dan mendapat uang yang halal bukan?                   

Menjawab serentak: “Kami mau bang..!!             

Harno: “Baiklah jika kalian memang sudah mantap.. sekarang kalian harus yakin bahwa setiap manusia yang terlahir ke dunia ini telah membawa takdir mereka masing-masing. Soal hidup dan rejeki kalian tidak perlu mengkhawatirkannya.. Tuhan telah menyiapkan rejeki bagi seluruh makhluk ciptaannya termasuk kita.. yang harus kita lakukan hanyalah menjemput rejeki itu dengan kesungguhan dan kerja keras.

       Tanpa kerja keras, kalian jangan pernah berharap untuk berhasil, dan tugas kita selanjutnya adalah untuk menjaga generasi penerus kita agar tidak terjerumus ke dalam kubangan dosa seperti kita.. maka sebagai ketua kalian aku tegaskan bahwa mulai detik ini komplotan “ULAR HITAM” aku nyatakan telah dibubarkan…!!!

THE END


                                                                                                                            

ASA MANIA LIVE UP..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.